Kota Tasikmalaya (juga dikenal dan disingkat Tasik, adalah salah satu kota yang berada di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini berjuluk Sang Mutiara dari Priangan Timur. Kota Tasikmalaya terletak di jalur utama selatan Pulau Jawa yang menghubungkan Kota Bandung dengan Surabaya. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Tasikmalaya sebanyak 731.048 jiwa, dengan kepadatan 4.260 jiwa/km2.[1]
Sejarah

Sejarah berdirinya Kota Tasikmalaya sebagai daerah otonomi tidak terlepas dari sejarah berdirinya Kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah kabupaten induknya. Sebelumnya, kota ini merupakan ibu kota dari Kabupaten Tasikmalaya, kemudian meningkat statusnya menjadi Kota Administratif tahun 1976, pada waktu A. Bunyamin menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, dan kemudian menjadi pemerintahan kota yang mandiri pada masa Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya dipimpin oleh bupatinya saat itu H. Suljana W.H.
Sang Mutiara dari Priangan Timur itulah julukan bagi kota Tasikmalaya. Kota Tasikmalaya adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Barat. Kota ini terletak pada 108° 08′ 38″ – 108° 24′ 02″ BT dan 7° 10′ – 7° 26′ 32″ LS di bagian Tenggara wilayah Provinsi Jawa Barat. Kota ini dahulu adalah sebuah kabupaten, namun seiring dengan perkembangan, maka terbentuklah 2 buah bentuk pemerintahan yaitu Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Kota Tasikmalaya.
Tonggak sejarah lahirnya kota Tasikmalaya, mulai digulirkan ketika Kabupaten Tasikmalaya di pimpin oleh A. Bunyamin, Bupati Tasikmalaya periode tahun 1976 – 1981. Pada saat itu melalui peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1976 diresmikanlah Kota Administratif Tasikmalaya oleh Menteri Dalam Negeri yang pada waktu itu dijabat oleh H. Amir Machmud. Wali Kota Administratif pertama adalah Drs. H. Oman Roosman, yang dilantik oleh Gubernur Jawa barat, H. Aang Kunaefi.
Pada awal pembentukannya, wilayah kota Administratif Tasikmalaya meliputi 3 Kecamatan yaitu Cipedes, Cihideung dan Tawang dengan jumlah desa sebanyak 13 desa.
Kemudian pada tahun 2001, dirintislah pembentukan Pemerintah Kota Tasikmalaya oleh Bupati Tasikmalaya, Kol. Inf. H. SuIjana Wirata Hadisubrata (1996 – 2001), dengan membentuk sebuah Tim Sukses Pembentukan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang diketuai oleh H. Yeng Ds. Partawinata SH. Melalui proses panjang akhirnya di bawah pimpinan Bupati Drs. Tatang Farhanul Hakim, pada tanggal 17 Oktober 2001 melalui Undang-undang Nomor 10 Tahun 2001, Pembentukan pemerintahan Kota Tasikmalaya sebagai pemerintahan daerah otonom ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI di Jakarta bersama-sama dengan kota Lhoksumawe, Langsa, Padangsidempuan, Prabumulih, Lubuk Linggau, Pager Alam, Tanjung Pinang, Cimahi, Batu, Sikawang dan Bau-bau. Selanjutnya pada tanggal 18 Oktober 2001 pelantikan Drs. H. Wahyu Suradiharja sebagai Pejabat Wali Kota Tasikmalaya oleh Gubernur Jawa Barat dilaksanakan di Gedung Sate Bandung.
Melalui Surat Keputusan No. 133 Tahun 2001, tanggal 13 Desember 2001 Komisi Pemilihan Umum membentuk Panitia Pengisian Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Kota Tasikmalaya (PPK-DPRD), selanjutnya pengangkatan anggota DPRD Kota Tasikmalaya disahkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat, No. 171/Kep.380/Dekon/2002, tanggal 26 April 2002, dan pada tanggal 30 April 2002 keanggotaan DPRD Kota Tasikmalaya pertama diresmikan. Kemudian pada tanggal 14 November 2002, Drs. H. Bubun Bunyamin dilantik sebagai Wali Kota Tasikmalaya, sebagai hasil dari tahapan proses pemilihan yang dilaksanakan oleh legislatif.
Sesuai Undang-Undang No. 10 Tahun 2001 bahwa wilayah Kota Tasikmalaya terdiri dari 8 Kecamatan dengan jumlah Kelurahan sebanyak 15 dan Desa sebanyak 54, tetapi dalam perjalanannya melalui Perda No. 30 Tahun 2003 tentang perubahan status Desa menjadi Kelurahan, desa-desa di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya berubah statusnya menjadi Kelurahan, oleh karena itu maka jumlah kelurahan menjadi sebanyak 69 kelurahan, sedangkan untuk kecamatan bertambah menjadi 10 kecamatan.
Geografi
Batas Wilayah
| Utara | Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya |
| Timur | Kabupaten Tasikmalaya |
| Selatan | Kabupaten Tasikmalaya |
| Barat | Kabupaten Tasikmalaya |
Pemerintahan

Kota Tasikmalaya diresmikan sebagai Kota Administratif Tasikmalaya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1976, dengan Wali Kota Administratif Pertama yaitu Drs. H. Oman Roosman yang dilantik oleh Gubernur Jawa Barat H. Aang Kunaefi. Pada awal pembentukannya, wilayah Kota Administratif Tasikmalaya meliputi 3 Kecamatan yaitu Cipedes, Cihideung, dan Tawang dengan jumlah desa sebanyak 13 desa.[4]
Pembentukan pemerintahan Kota Tasikmalaya sebagai pemerintahan daerah otonom ditetapkan berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2001, bersama-sama dengan Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Kota Padang Sidempuan, Kota Prabumulih, Kota Lubuk Linggau, Kota Pagar Alam, Kota Tanjung Pinang, Kota Cimahi, Kota Batu, Kota Singkawang, dan Kota Bau-Bau, selanjutnya pada tanggal 18 Oktober 2001, Drs. H. Wahyu Suradiharja dilantik sebagai Penjabat Wali Kota Tasikmalaya oleh Gubernur Jawa Barat dilaksanakan di Gedung Sate Bandung.
Melalui Surat Keputusan No. 133 Tahun 2001, tanggal 13 Desember 2001 Komisi Pemilihan Umum membentuk Panitia Pengisian Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Kota Tasikmalaya (PPK-DPRD), selanjutnya pengangkatan anggota DPRD Kota Tasikmalaya disahkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat, No. 171/Kep.380/Dekon/2002, tanggal 26 April 2002, dan pada tanggal 30 April 2002 keanggotaan DPRD Kota Tasikmalaya pertama diresmikan. Kemudian pada tanggal 14 November 2002, Drs. H. Bubun Bunyamin dilantik sebagai Wali Kota Tasikmalaya, sebagai hasil dari tahapan proses pemilihan yang dilaksanakan oleh legislatif.
Sesuai Undang-Undang No. 10 Tahun 2001 bahwa wilayah Kota Tasikmalaya terdiri dari 8 kecamatan dengan jumlah kelurahan sebanyak 15 dan desa sebanyak 54, kemudian melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 30 Tahun 2003 tentang perubahan status desa menjadi kelurahan, desa-desa di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya berubah statusnya menjadi kelurahan, maka jumlah kelurahan menjadi sebanyak 69 kelurahan, selanjutnya kecamatan di Kota Tasikmalaya dimekarkan lagi sehingga menjadi sepuluh kecamatan.
Daftar Wali Kota
Dewan Perwakilan
Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Tasikmalaya dalam dua periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | ||
|---|---|---|---|
| 2014-2019 | 2019-2024 | ||
| PKB | 2 | ||
| Gerindra | 4 | ||
| PDI-P | 7 | ||
| Golkar | 5 | ||
| NasDem | 1 | ||
| PKS | 4 | ||
| PPP | 10 | ||
| PAN | 5 | ||
| Demokrat | 4 | ||
| PBB | 3 | ||
| Jumlah Anggota | 45 | ||
| Jumlah Partai | 10 | ||
Kecamatan
Kota Tasikmalaya memiliki 10 kecamatan dan 69 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 692.567 jiwa dengan luas wilayah 171,61 km² dan sebaran penduduk 4.035 jiwa/km².[11][12]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Tasikmalaya, adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri | Kecamatan | Jumlah Kelurahan | Daftar Kelurahan |
|---|---|---|---|
| 32.78.09 | Bungursari | 7 | |
| 32.78.06 | Cibeureum | 9 | |
| 32.78.01 | Cihideung | 6 | |
| 32.78.02 | Cipedes | 4 | |
| 32.78.04 | Indihiang | 6 | |
| 32.78.05 | Kawalu | 10 | |
| 32.78.08 | Mangkubumi | 8 | |
| 32.78.10 | Purbaratu | 6 | |
| 32.78.07 | Tamansari | 8 | |
| 32.78.03 | Tawang | 5 | |
| TOTAL | 69 |
Pendidikan
Kota Tasikmalaya merupakan pusat pendidikan ketiga terbesar di Jawa Barat setelah Bandung dan Bogor, hal ini dibuktikan oleh banyaknya institusi pendidikan yang berada di kota ini seperti Politeknik Kesehatan Tasikmalaya, Cabang UPI Bandung yang berada di Tasikmalaya, BSI Tasikmalaya,Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hidayah https://stai-alhidayah.ac.id dan belasan bahkan puluhan universitas swasta, dan Universitas Negeri Siliwangi yang merupakan Universitas terbesar di wilayah priangan timur dan selatan. Universitas Siliwangi atau yang biasa dikenal Unsil ini merupakan universitas pilihan yang menjadi prioritas. Hal ini membuktikan bahwa rekam jejak universitas ini sangat bagus dan tidak dapat dipandang sebelah mata.
Tasikmalaya dikenal sebagai Kota Santri, khususnya pada era sebelum 1980-an karena hampir di seluruh di wilayah ini tersebar pondok pesantren yang mengajarkan agama Islam, baik pondok besar maupun kecil, bahkan melahirkan tokoh perjuangan nasional di antaranya adalah Zainal Mustafa.
Diantara Pondok Pesantren yang berada di wilayah kota Tasikmalaya ini adalah Pesantren Persatuan Islam 67 Benda https://www.persis67benda.com
Berikut ini nama Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta:tampilkan perubahan
- Universitas Siliwangi ( UNSIL )
- Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI )
- Universitas Bakti Tunas Husada (Universitas BTH)
- Universitas Bakti Kencana Tasikmalaya
- Universitas Perjuangan Tasikmalaya ( UNPER )
- Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya ( UMTAS )
- STIA YPPT Tasikmalaya
- STAI Tasikmalaya
- STAINU Tasikmalaya
- STISIP Tasikmalaya
- STT YBSI Tasikmalaya
- STHG Galunggung Tasikmalaya
- POLTEKKES KEMENKES Tasikmalaya
- STIKES Respati Tasikmalaya
- STIKES Muhamadiyah Tasikmalaya
- AKBID Syahida Komunika Tasikmalaya
- Politeknik Triguna
- AMIK BSI Tasikmalaya
- LP3I Tasikmalaya
- STMIK DCI Tasikmalaya
- AKPARTA Siliwangi Tasikmalaya
- STAIC Cipasung Tasikmalaya
- STIE Cipasung Tasikmalaya
- STIPER Cipasung Tasikmalaya
- STIE Latifah Mubarokiyah Tasikmalaya
- STAI Al Maarif Tasikmalaya
- STAI Al Hasanah Tasikmalaya
- Akademi Analis Kesehatan Tasikmalaya
- STMIK Tasikmalaya
- DPS ( Dirgantara Pilot School ) Tasikmalaya
- Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hidayah Kota Tasikmalaya https://stai-alhidayah.ac.id
Kesehatan

Catatan dari Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa Tasikmalaya adalah salah satu kota dengan kasus demam berdarah dengue yang tinggi di Provinsi Jawa Barat.[13] Hingga 26 September 2022, Dinas Kesehatan Kotamadya Tasikmalaya menyebutkan bahwa 25 penderita daripada 1.625 kasus di antaranya dinyatakan meninggal dunia.[13]
Ekonomi

Hampir 70%, pusat bisnis, pusat perdagangan dan jasa, dan pusat industri di priangan timur dan selatan berada di kota Ini. Priangan Timur dan selatan yakni membentang dari Kota Banjar di ujung timur Jawa Barat, Kabupaten Ciamis,Kabupaten Pangandaran, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi di ujung barat Jawa Barat, Wilayah Priangan timur dan selatan ini mencapai 40% total keseluruhan wilayah Jawa Barat, itu artinya sepertiga lebih dari pusat perekonomian yang ada di Jawa Barat berada di Kota ini.
Pariwisata





Kota Tasikmalaya mengadakan berbagai macam festival berskala nasional maupun internasional seperti Tasik Festival (TAFFEST), Tasik Open 2010 dalam bidang olahraga tingkat nasional, Festival Kuliner Tasikmalaya, Tasikmalaya Craft and Culture Festival, dan festival-festival lainnya yang rutin diadakan tiap tahun di kota ini.
Hal ini membuat perekonomian di Kota Tasikmalaya berkembang karena banyaknya antusiasme para pengunjung dari seluruh Indonesia yang hendak menyaksikan langsung kemeriahan festival-festival tersebut. Festival-festival tersebut memperkenalkan Tasikmalaya serta mengangkat perekonomian warga Tasikmalaya itu sendiri. Oleh karena itu juga, kini nama Tasikmalaya dikenal sebagai kota modern yang menjunjung tinggi kearifan budaya lokal, budaya Sunda khas Tasikmalaya.
Kota Tasikmalaya memiliki potensi pariwisata, di antaranya adalah wisata alam, kerajinan, wisata belanja, wisata religi, seni, budaya, UKM, dll. Dalam potensi UKM dan kerajinan masyarakat, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya memiliki jumlah UKM terbesar setelah Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat) di Jawa Barat.
Kota ini juga memiliki kerajinan beraneka bentuk dan rupa yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Dengan banyaknya UKM yang tersebar di kota ini, Kota Tasikmalaya disebut juga sebagai Kota UKM. Kerajinan khas Tasikmalaya antara lain adalah Bordir Tasikmalaya yang telah mendunia, Payung Geulis yang telah menjadi ikon Jawa Barat, Kelom Geulis, sandal tradisional asli buatan bangsa Indonesia, batik Tasikmalaya yang tidak kalah dari batik-batik lainnya di Pulau Jawa dengan ciri khasnya, dan kerajinan–kerajinan lainnya.
Kota ini memiliki wisata alam seperti Situ Gede, Gunung Galunggung, Cipatujah, dan objek wisata lainnya ditata menjadi objek wisata alam yang menawan, sehingga sangat potensial dijadikan sebagai kota tujuan wisata di Indonesia.[14]
Kreativitas dan Industri
Kota Tasikmalaya berada persis di tengah-tengah jantung bumi Priangan Timur dan Selatan, diapit oleh Ciamis dengan objek wisata Pangandaran-nya yang telah melegenda, Sumedang dengan objek wisata museum yang menyimpan sejarah perkembangan bumi priangan, dan Garut dengan objek wisata Cipanas-nya yang tersohor. Dengan Posisi Kota Tasikmalaya yang sangat strategis tersebut menjadikan kota ini sebagai Pusat MICE terbesar di Jawa Barat setelah Kota Bandung dan Kota Bogor. Banyak para pelaku tujuan bisnis, wisata, industri, pendidikan, dan lain-lain menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai tempat yang tepat untuk memulai aktivitasnya dan dijadikan base camp dari seluruh penjuru Pulau Jawa yang hendak ke Bumi Priangan.[butuh rujukan]
Transportasi
Kota Tasikmalaya terletak di jalur selatan ini juga memiliki terminal bus Tipe A, yaitu Terminal Indihiang yang merupakan salah satu terminal bus terbesar di Jawa Barat. Titik KM 0 Kota Tasikmalaya berada di Jalan Zaenal. Kota Tasikmalaya juga mempunyai Stasiun Tasikmalaya yang melayani kereta api antarkota lintas selatan Pulau Jawa.
Angkutan perkotaan juga terdapat di Kota Tasikmalaya sebagai sarana transportasi publik yang menghubungkan antar wilayah dalam kota tersebut.
Olahraga
Cabang olahraga yang banyak menetaskan atlet-atlet dari kota ini adalah bulu tangkis, atletik, pencak silat dan renang. Ada satu buah stadion besar di Kota Tasikmalaya, yakni GOR Dadaha yang sering kali dijadikan homebase bagi sebagian atlet di Jawa Barat. Tasikmalaya banyak melahirkan pebulu tangkis nasional dan internasional. Bukan hanya bulu tangkis saja, kota ini melahirkan banyak bibit-bibit atlet masa depan Indonesia yang kelak akan mengharumkan nama indonesia di kancah internasional.[butuh rujukan]
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tasikmalaya
Makanan Khas Tasikmalaya
Ada apa saja makanan khas Tasikmalaya yang bisa dicoba? Yuk, kita tengok!
1. Nasi Cikur

Makanan khas Tasikmalaya memiliki beragam variasi yang memikat, dan Nasi Cikur merupakan salah satu hidangan yang tak boleh terlewatkan.
Olahan nasi khas ini dibuat dengan memasak beras yang telah dicampur dengan berbagai bumbu rempah, memberikan aroma dan cita rasa yang begitu khas dan menggugah selera.
Tidak hanya itu, Nasi Cikur juga disajikan dengan rempah khas Tasikmalaya yang bernama cikur atau kencur.
Nasi cikur biasanya dihidangkan bersama aneka lauk, seperti tahu, tempe, ikan asin, dan lalapan.
2. Rengginang Oyek
Rengginang, yang populer di berbagai daerah di pulau Jawa dengan berbagai nama, memiliki cara pembuatan yang khas.
Nasi dijemur di bawah sinar matahari hingga kering, lalu digoreng hingga menjadi renyah.
Namun, di kota Tasikmalaya terdapat varian unik dari rengginang, yaitu Rengginang Oyek, yang menggunakan singkong sebagai bahan bakunya.
Proses pembuatannya juga berbeda dari rengginang pada umumnya.
Pertama, singkong dipotong-potong hingga berbentuk mirip seperti beras.
Kemudian, bumbu kencur dan ketumbar ditambahkan untuk memberikan cita rasa khasnya.
Selanjutnya, singkong dibentuk seperti rengginang dan dijemur hingga kering sebelum digoreng.
3. Kolontong
Kolontong, salah satu makanan khas Tasikmalaya, merupakan hidangan yang sangat digemari sebagai camilan ringan.
Proses pembuatannya mirip dengan opak, namun setelah menjadi opak, kolontong kemudian
diproses lebih lanjut dengan cara dipanaskan.
Pemanasan ini dilakukan dengan menggunakan pasir yang telah dipanaskan sebelumnya, dengan menimbun Kolontong di dalamnya.
Proses panjang ini akhirnya menghasilkan makanan ringan yang memiliki cita rasa gurih yang khas.
4. Soto Ayam Pataruman

Jika Moms pecinta kuliner berkuah, makanan khas Tasikmalaya ini wajib menjadi bagian dari daftar kuliner Moms.
Indonesia memang dikenal dengan kekayaan resep soto dari berbagai daerah, dan di Tasikmalaya, Moms dapat menemukan kelezatan soto ayam pataruman.
Soto ayam ini dinamai demikian karena hidangan khas ini dijajakan di kedai-kedai yang berlokasi di Jalan Pataruman.
Kuah santannya yang gurih dan lezat diisi dengan berbagai potongan daging ayam, ati, ampela, ceker, dan campuran lainnya yang pasti akan memanjakan lidah Moms.
5. Wajit
Makanan khas Tasikmalaya ini memiliki bentuk kecil, berat ringan, dan terjangkau.
Namun, dibalik kesederhanaannya, wajit ini menyimpan ciri khas yang sangat kuat dari daerahnya.
Gula aren atau gula merah menjadi bahan dasar utama dalam pembuatan wajit ini. Proses pembuatannya pun sederhana namun menghasilkan cita rasa yang menggugah selera.
Campuran gula merah dan kelapa digabungkan dengan beras ketan, kemudian dimasak bersama-sama.
Proses pemasakan ini biasanya dilakukan di atas api tungku hingga matang dengan sempurna.
6. Comet
Nama makanan ini memang unik, yaitu "comet," yang merupakan singkatan dari "combro sa'emet" atau "combro dalam ukuran kecil."
Comet adalah makanan khas Tasikmalaya yang termasuk dalam jenis camilan langka dan populer di daerah Sunda.
Moms bahkan dapat membuatnya sendiri dengan menggunakan bahan-bahan seperti yang digunakan dalam pembuatan combro.
Perbedaan antara comet dan combro sebenarnya tidak terlalu signifikan, karena keduanya dibuat dari bahan dasar yang sama.
Hanya cara pembuatannya yang sedikit berbeda.
7. Citruk

Nama citruk sebenarnya merupakan singkatan dari "aci ngegetruk," yang berarti adonan tepung kanji yang saat dimakan memiliki tekstur renyah meskipun sedikit keras.
Makanan khas Tasikmalaya ini telah menjadi langka di daerah tersebut, namun beberapa usaha perorangan di Tasikmalaya masih melestarikan kembali jajanan khas yang unik ini.
8. Bubur Tasik
Bubur adalah salah satu kuliner yang sudah terkenal di seluruh Indonesia, namun setiap daerah memiliki bubur khasnya sendiri.
Tasikmalaya juga memiliki bubur khas yang sedikit berbeda dengan bubur dari daerah lain.
Meskipun bahan bakunya sama seperti bubur pada umumnya, perbedaannya terletak pada topping-nya.
Bubur Tasik ini mempunyai banyak topping daripada bubur biasanya.
Pemandangan bubur yang disajikan dengan penuh toping menjadi sangat menarik.
Tidak hanya menarik untuk dilihat, bubur Tasik juga memiliki rasa yang lezat.
Toping yang umum digunakan adalah suwiran ayam kampung yang lengkap dengan hati ayam.
9. Opak
Makanan khas Tasikmalaya ini menggunakan bahan yang sama dengan kolontong, yaitu beras ketan.
Namun, opak memiliki cita rasa gurih yang berbeda dengan kolontong dan mengalami proses masak yang berbeda pula.
Untuk membuat opak, adonan tepung tapioka hanya ditambahkan dengan garam dan gula sebagai penyedap rasa.
Setelah bumbu-bumbu tersebut tercampur merata, adonan opak dibentuk menjadi lempengan-lempengan pipih berbentuk bulat seperti koin.
Adonan kemudian dibiarkan mengering. Setelah mengering, lempengan Opak dipanggang di atas tungku hingga mengembang dan menjadi renyah.
10. Sambal Goang

Sambal goang ini dibuat dari berbagai jenis cabai, dicampur dengan bawang, dan kemudian diulek kasar.
Biasanya, sambal ini disajikan bersama nasi tutug oncom dan rasanya benar-benar menggugah selera.
Meskipun sambal goang hanya menjadi tambahan di dalam menu makanan, namun menikmati hidangan tanpa kehadiran sambal ini rasanya akan terasa kurang memuaskan.
Karena alasan tersebut, tak mengherankan jika sambal goang menjadi salah satu makanan khas yang populer di Tasikmalaya.
11. Kemplang
Terkait dengan kolontong dan ppak, kemplang merupakan perpaduan antara adonan beras ketan dan kelapa.
Secara tekstur, kemplang lebih renyah dan memiliki cita rasa gurih khas dari kelapa.
Di beberapa daerah, kemplang juga sering disebut sebagai kerupuk kemplang, karena kerupuk ini biasanya disajikan bersama dengan makanan berkuah seperti soto dan bakso.
Karena kesukaan orang terhadap kombinasi kemplang dan makanan berkuah, oleh-oleh ini sangat mudah ditemukan di berbagai tempat makan di Tasikmalaya.
12. Soto Tasik
Sama seperti bakso atau mie ayam, soto telah menjadi populer di berbagai daerah di Indonesia.
Namun, ada beberapa daerah yang memiliki soto khasnya sendiri, seperti soto Lamongan atau coto Makassar.
Tak mau kalah, Tasikmalaya juga memiliki soto khas yang disebut soto Tasik.
Soto ini tidak hanya terkenal di Tasikmalaya, tetapi juga telah mendapatkan reputasi yang luas di berbagai daerah.
Soto Tasik memiliki kuah kuning bening yang ditutupi dengan taburan bubuk merica di atasnya.
Inilah yang menjadi keunikan dari makanan khas asli Tasikmalaya ini, rasanya terasa unik.
Selain menyegarkan dan memberikan sensasi hangat, soto Tasik juga memiliki rasa yang menggigit.
13. Keripik Sukun

Makanan khas Tasikmalaya ini juga hampir punah. Bukan karena minimnya produsen, melainkan karena semakin langka pohon sukun itu sendiri.
Sesuai namanya, keripik ini dibuat dari bahan dasar buah sukun.
Dulu, buah sukun mudah ditemukan di pulau Jawa, namun seiring berjalannya waktu, semakin sulit untuk menemukannya.
Buah sukun memiliki penampilan mirip buah nangka, tetapi berukuran kecil dan berbentuk bulat.
Ketika dibelah, buah ini tampak seperti melon, namun memiliki rasa yang hambar dengan getah yang memiliki rasa pahit.
Meskipun memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, buah sukun sebaiknya dimakan langsung.
Untuk membuat keripik sukun, langkah pertama adalah memotong buah sukun menjadi irisan tipis dan mencucinya hingga semua getahnya hilang.
Kemudian, irisan sukun akan dijemur dan digoreng hingga menjadi renyah. Setelah digoreng, Keripik Sukun ditaburi dengan bumbu.
14. Kalua Jeruk
Kalua Jeruk, atau juga dikenal sebagai manisan jeruk, merupakan salah satu makanan unik dan cantik yang berasal dari Jawa Barat.
Makanan ini mengolah kulit jeruk menjadi hidangan yang lezat.
Proses pembuatannya dimulai dengan mencuci bersih kulit jeruk, lalu merendamnya dalam cairan kapur sirih selama satu malam.
Setelah proses perendaman selesai, kulit jeruk direbus bersama air gula, serta diberi pewarna dan perisa seperti jeruk, strawberry, durian, dan lainnya. Setelah itu, kulit jeruk dijemur hingga kering.
15. Cilok Goang
Makanan khas Tasikmalaya ini memiliki rasa pedas dengan tekstur kenyal dan gurih yang menggugah selera.
Disajikan dengan bumbu khas yang lezat dan sambal goang sebagai siraman kuahnya.
Cilok goang sebenarnya adalah varian dari cilok, namun disiram dengan kuah sambal goang, sehingga dinamai cilok goang.
Cilok ini terbuat dari aci, makanan ringan yang biasa dicolok.
Namun, untuk cilok goang, aci tidak dicolok atau ditusuk, melainkan dibiarkan begitu saja dan disiram dengan kuah goang yang khas.
Selain itu, ditambahkan mie kering, tahu, ceker ayam, dan taburan bawang goreng untuk meningkatkan kenikmatan rasa cilok.
Cilok goang menjadi hidangan yang semakin lezat dan menggugah selera dengan kombinasi cita rasa yang unik dan variasi bahan yang beragam.
Sumber : https://www.orami.co.id/magazine/makanan-khas-tasikmalaya?page=3
Komentar
Posting Komentar