MENGGALI RAGAM KEBUDAYAAN MALANG
Malang merupakan Kota terbesar di Jawa Timur. Salah satu kota dingin yang menyuguhkan pemandanngan alam yang begitu mengagumkan. Bahkan, Malang juga dijuluki dengan banyak nama. Mulai dari kota apel, kota batu, kota budaya kota paris van east java, kota susu, kota kuliner hingga kota militer. Kebudayaan Malang juga salah satu potensi kekayaan Kota Malang. Selain itu Malang juga menjadi pusat belanja dan wisata yang asyik.
Tak jarang wisatawan lokal ataupun mancanegara datang kesini hanya untuk menikmati keragaman wisata budayanya. Maka tidak heran jika malang menawarkan banyak destinasi wisata yang tak pernah sepi dan tak terlupakan.

Corak potensi kebudayaan Malang tersebar di seluruh kawasan Kota Malang dan kawasan Batu. Kebudayaan Malang sangat beragam, contohnya kesenian tari ludruk, tari topeng Malangan dan macapat Malang. Karakter seniman yang membawakan tarian ini penuh energi, luwes dan terkesan gembira.
Budaya Bahasa Walikan di Malang
Ciri khas kota Malang adalah budaya bahasa walikan. Bahasa walikan di Kota Malang dahulu dipergunakan sebagai komunikasi militer. Bisa juga disebut bahasa sandi atau kode. Dipakai oleh para pejuang untuk membedakan mana yang benar-benar pejuang dan musuh. Budaya bahasa walikan khas Malang ini muncul pada sekitar tahun 1949 untuk menghalau penjajah yang sedang menduduki kota Malang saat itu yaitu Belanda. Hingga saat ini tradisi penggunaan bahasa walikan ini masih lestari. Masyarakat Malang memakai bahasa ini untuk berkomunikasi dengan rekan sebaya, atau bisa disebut juga bahasa gaulnya anak Malang.
Kuliner Khas Bagian dari Kebudayaan Malang
Di kota apel ini juga ada kuliner khas malang yaitu sempol. Sempol adalah jenis jajanan khas terbuat dari tepung kanji yang dicampuri dengan bumbu khas malang. Ciri khas dari sempol sendiri terbilang unik. Terbuat dari campuran tepung kanji dan bumbu kemudian ditusuk dengan sebilah bambu dan digoreng ke dalam minyak panas hingga kering. Sangat menggugah selera bagi yang memakannya. Makanan khas sempol ini bisa didapatkan di pedagang kaki lima. Tersebar di sekitar alun-alun Kota Malang, Alun-alun Batu, dan tempat-tempat wisata lainnya.
Tak hanya itu, Malang juga punya ragam kebudayaan dan kesenian popular dan tradisional yang nggak kalah manarik lho. Yuk kita lanjut dan simak ulasan berikut!
Kebudayaan Tahunan ala Malang
Festival tahunan yang menjadi event ikon tersendiri kota Malang. Festival ini diadakan setiap tahunnya antara lain
- Festival Malang Kembali
Festival Malang kembali dilaksanakan pada tanggal 21 Mei untuk memperingati hari ulang tahun Kota Malang. Festival unik yang mengusung tema tempoe doloe menyuguhkan 502 gerai dari menu kuliner langka dan kesenian tari budaya khas Malang. Juga, show kostum tradisional yang bisa dikenakan oleh para wisatawan. Festival ini diadakan selama kurang lebih 1 minggu. Bahkan pada tahun 2011, jumlah pengunjung mencapai 600 ribu orang per harinya. So, buat kamu yang penasaran jangan sampai ketinggaan ya!
- Karnaval lampion
Diadakan hanya pada saat hari raya imlek di area Klenteng dan sekitar kawasan Kota Malang. Pertunjukan barongsai juga turut memeriahkaan acara ini, ribuan lampion terbang bebas dari tangan pengunjung, berbagai bentuk lampion membuat langit malam di Kota Malang semakin terlihat indah.
Festival ini dibilang cukup unik karena peserta pawai lampion tidak boeh menggunakan kendaraan mesin. Seperti motor, mobil, pick up dan lainnya. Mereka harus berjalan kaki dan diijinkan menggunakan kendaraan non mesin. Contohnya gerobak, becak, ataau dengan cara dipikul
- Karnaval bunga
Akan ada pawai model/fashion show dengan gaun yag terbuat dari bunga sebanyak 75% dan bahan daur ulang sebagai wujud kepedulian dalam pelestarian lingkungan. Selain bentuk yang unik, kostum para peserta karnaval juga berat, minimal 14 kg. Karnaval ini begitu menarik dan tidak heran jika para fotografer dari luar kota datang untuk menyaksikan karnaval kebudayaan tahunan ala Malang ini.
Potensi Kesenian Malang
Seni Pahat Topeng Budaya Khas Malang
Di Kota Malang terdapat seni pemahatan topeng asli bercirikan khas Malang, topeng malang memang sedikit berbeda dengan topeng yang ada di Indonesia. Di mana khas topeng malang ini berada pada pahatan kayu, corak dari topeng yang lebih ke arah realis serta menggambarkan secara jelas seperti karakter seseorang.
Seni Pertunjukan Tradisional
Tarian merupakan salah satu kekayaan budaya masyarakat, selain kebudayan tahunan, Malang juga punya kesenian khas seperti tarian tradisional yang nggak kalah keren lho. Kira-kira apa aja ya?
- Wayang topeng malang
Salah satu kebudayaan sekaligus yang popular di Kota Malang. Seperti namanya, pertunjukan ini dimainkan oleh orang yang wajahnya ditutupi topeng. Alunan merdu suara gamelan dan tari-tarian juga turut menghiasi kesenian ini. Wayang topeng malang cocok untuk desinasi wisata budaya di Malang yang wajib dikunjungi. Bahkan, wayang topeng termasuk dalam daftar 8 kesenian Jawa Timur dan salah satu dari warisan budaya tak benda nasional.
- Tari Beskalan Putri
Tari Beskalan Putri merupakan salah satu aset kebudayaan seni tari khas Malang. Tarian ini adalah tarian ritual dan berkembang pada tahun 1930-an, biasaya tarian ini diadakan pada saat ritual yang berkaitan dengan ritus tanah atau kesuburan tanah. Tari ini juga menggambarkann tentang perilaku yang diinginkan pada saat remaja.
Tari beskalan disajikan secara berkelompok, ada empat penari, para penari menggunakan aksesoris penari yaitu kemben berwana hitam, hiasan kepala, dan selendang atau sampur. Gerakan dari penari sangat lincah dan anggun, menggambarkann kelincahan dan kecantikan seorang wanita.
- Kesenian Bantengan
Kesenian bantegan adalah seni pertunjukan yang dimainkan oleh tokoh sentral berupa topeng banteng. Kesenian ini dimainkan oleh dua orang yang pertama pemain berperan sebagai kaki depan dan pemegang kepala banteng sebagai pengontrol. Pemain satunya berperan sebagai kaki belakang dan menjadi ekornya. Topeng yang dipakai para pelaku seni tari Bantengan terbuat dari kayu dan dengan tanduk asli banteng khas buatan Malang.
Kebudayaan kesenian bantengan berfungsi untuk membentuk perilaku masyarakat pendukungnya untuk selalu gotong-royong, serta menjunjung tinggi persatuan. Keunikan tarian banteng ini adalah ketika pelaku bantengan kesurupan arwah leluhur atau dhanyangan.
Sumber : https://eksotikaindonesia.com/kebudayaan-malang/#:~:text=Kebudayaan%20Malang%20sangat%20beragam%2C%20contohnya,energi%2C%20luwes%20dan%20terkesan%20gembira.
Komentar
Posting Komentar